Saat pertama kali melihat wajahmu
Tak dapat kulepaskan pandangan ini
Terpesona dengan putih salju kulitmu
Hitam derai rambut yang indah
Terbelai angin
Sungguh jiwamu telah merasuki hatiku
Meracuni pikiranku
Dalam setia langkahku
Setiap aku mengingatmu
Bayanganmu selalu ada di depanku
Tapi setiap aku akan mengejarmu
Kau selalu menghilang begitu saja
Hati keciku berkata
Kau adalah bidadari
Salah satu dari ke tujuh bidadari surga
Aku merasa yakin Engkau diturunkan ke dunia ini
Hanya milikku
Datanglah. . .
Kemarilah. . .
Wahai pujaan hatiku
Kini kau telah berada dihadapanku
Jantungku berdetak dengan kencang
Tak dapat aku ucapkan satu kalimat
Satu kata hati
Dorongan. . .
Dukungan. . .
Memaksaku
Untuk segera kuungkapkan
Tapi aku tak mampu membahagiakanmu
Aku tidak punya apa-apa
Hanya satu yang aku punya
Cinta. . .
Cinta yang keluar dari lubuk hatiku yang terdalam
Kau menantiku
Dengan senyummu
Yang membuat mulut ini
Sulit untuk berkata
Tapi aku takan menyerah
Karena aku telah bersatu
Dengan seluruh jiwaku
Ku katakan
Apakah kau mau menjadi permaisuriku?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar